Sosok Seorang Mentor Lokal Berkelas Dunia

By Riki Yohanes | Life

Okt 15

Saya tidak sedang bercanda ketika menulis judul postingan diatas, langsung terlintas kalimat tsb tanpa ragu, dan saya tuliskan sebagai judul postingan ini.

Sebentar lagi Anda akan tahu sebagian alasannya (bukan keseluruhan) kenapa saya tuliskan judul tsb.

Apa yang akan saya sharingkan tentang sosok seorang Mentor ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang saya ketahui selama saya bekerjasama dengan beliau.

Melihat kinerja dan performance beliau, saya sangat yakin masih banyak sekali hal yang belum saya ketahui dan untuk itu saya sangat antusias sekali untuk tetap belajar dari seorang Mentor seperti beliau.

Saya sebut diri saya beruntung karena dalam hidup ini dapat bertemu seorang Mentor seperti beliau.

Karena dengan bekerja bersamanya, saya seakan - akan "DITARIK PAKSA" ke level yang lebih tinggi lagi dalam banyak sekali hal.

Seringkali saya merasa bodoh ketika beliau sharing something yang tidak saya ketahui dan setelah saya tahu dan praktekkan ternyata membuat kualitas saya berprogress maju sangat signifikan.

"You Can Not Achieve Level Of Success You Want, Doing The Things You Do Right Now"

Lalu siapakah sosok Mentor yang saya maksudkan tsb?

Nama beliau adalah Sukarto Sudjono dan saya biasa memanggilnya "pak Suk"

Saya ingin perkenalkan tentang sosok beliau secara sekilas saja (karena infonya tertera di internet dan bisa di share ke publik) hehe..

Pak Sukarto adalah seorang Real Digital Marketer yang telah terjun ke dunia internet sangat lama, saya lupa tepatnya juga.. mungkin sekitar tahun 2000 beliau sudah mulai gunakan internet karena beliau sempat sharing bahwa dulu itu masih jaman dimana untuk email saja susah, lama dan mahal pula hehe..

Saya bisa katakan pak Sukarto sangat dikenal di dunia internet marketing karena telah beberapa kali mengeluarkan workshop / pelatihan yang saya katakan sukses besar, karena ribuan alumni telah berhasil mendapatkan ribuan dollar dari workshop / pelatihan  yang beliau adakan.

Beliau juga menerbitkan buku berjudul ""Sukses Belajar Bisnis Internet Dalam 29 Hari" 

Pada waktu itu buku beliau diterbitkan oleh gramedia dan termasuk dalam kategori "Best Seller Book".

Workshop terbaru yang diadakan oleh beliauyang terakhir adalah MilyarderTokoOnline.com, dimana workshop ini fokus mengajarkan kepada Anda yang ingin sukses berbisnis online dengan cara membuka Toko Online / Online Store.

Anda bisa lihat juga langsung di situs pribadinya Sukarto.com atau di situs pelatihan yang beliau dirikan yaitu BelajarBisnisInternet.com (atau sering disebut BBI)

Satu hal yang saya tahu pasti tentang karakter beliau, bahwa semua yang disharingkan oleh pak Sukarto adalah 100% REAL / FAKTA (and i can guarantee that) karena saya sudah kenal beliau sejak tahun 2009 sampai detik ini.

Akan tetapi, bukan reputasi itu yang sebenarnya ingin saya sharingkan disini, karena kalau reputasi seperti itu sudah sangat biasa dan Anda juga bisa lihat banyak sosok internet marketer lainnya yang membuat reputasi - reputasi seperti itu di internet (terlepas dari asli atau palsunya ya, hehe..).

Melainkan apa yang akan saya sharingkan kepada Anda adalah tentang pemikiran apa saja yang saya pelajari dari sosok beliau, dan membuat perbedaan yang sangat signifikan di dalam hidup saya.

Saya kenal pak Suk di tahun 2009 dimana waktu itu saya ikut workshop internet marketing tentang cara mendapatkan dollar dengan menjadi affiliate berjualan produk di amazon.

Workshop tsb berlangsung selama 2 hari, dan selama 2 hari saya perhatikan ada sesuatu yang berbeda dengan pelatihan beliau dibandingkan pelatihan - pelatihan lainnya yang sebelumnya saya ikuti, yaitu CUSTOMER VALUE ORIENTED (berfokus memberikan NILAI kepada customer).

Saya perhatikan sejak awal bahwa beliau ini mengajarkan dengan hati dan bertujuan untuk membuat peserta itu sungguh - sungguh mengerti, dan ketika belum bisa dimengerti oleh peserta, beliau akan cari cara alternatif untuk mendeliver value / message dengan sangat baik sehingga peserta menjadi sangat puas dengan apa yang beliau ajarkan.

Bahkan sampai detik ini, saya melihat memang itu salah satu nilai lebih dari beliau. Seorang yang sangat mengerti bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan sebuah pesan kepada orang lain dengan sangat baik.

1. Dengan Cara Yang TEPAT Dalam Menyampaikan Pesan Kepada Seseorang, Maka Kita Dapat Membuat Perbedaan Signifikan Dalam Diri Seseorang.

Sampai hari ini saya masih mengerjakan beberapa hal bersama beliau, dan saya lihat betul bagaimana beliau sangat perhatian dalam cara menyampaikan pesan kepada seseorang sehingga pesan itu tersampaikan dengan sangat baik dan mudah dimengerti, sekalipun isi pesannya sangat rumit (he is very good at this).

Seiring dengan berjalannya waktu saya belajar banyak tentang poin ini, sehingga saat ini saya juga merasakan efeknya dimana beberapa teman sempat bilang kepada saya bahwa ketika saya menyampaikan / menjelaskan sesuatu itu lebih mudah dimengerti oleh orang awam, terutama dalam hal yang rumit (mungkin ini disebabkan efek dari sering mengikuti sang mentor, hehe..)

Contoh: 
Saya pernah bekerjasama dengan beliau untuk membuat sebuah workshop selama 2 hari penuh di hotel, dengan jumlah peserta 40 orang dalam 1 event.

Wah... dari sejak awal saya membuat konten presentasi workshop, membuat alur konten - konten di website, membuat materi promosi workshop, mengatur tempat acara, kelengkapan alat - alat saat acara, hingga cara & sikap presentasi saat hari H, bahkan sampai membuat konten video - video pendukung untuk para peserta setelah selesai dari workshop, semua itu telah dipetakan dengan sangat detail sehingga keseluruhan workshop dari sejak awal sekali sampai terakhir berlangsung sangat LUAR BIASA.

Sejak saat itu, saya melihat kualitas pribadi saya meningkat tajam, karena ibarat petinju itu yang tadinya kurus kerempeng dan kalau dipukul sekali saja langsung tepar di lantai, ini setiap hari dilatih dari pagi sampai malam tanpa kenal lelah untuk membentuk badan berotot dan tahan banting. Bisa Anda bayangkan bagaimana hasilnya bukan?

Saya "dipaksa" untuk melakukan pekerjaan demi pekerjaan yang sudah di breakdown dengan detail, tanpa boleh kenal lelah, secara rutin dengan target goal dan waktu yang sangat jelas dan terukur. 

Saya lengah sedikit saja, langsung keluar jalur dan tidak mengarah ke goal utama, tapi beliau selalu memberikan penjelasan "masuk akal" (karena beliau memang ahli dalam hal tsb) yang membuat saya tersadar, bangun dan kembali "berperang".

Dari awal sampai akhir workshop, saya "ngos - ngos an", tenaga saya terkuras habis, overwhelming dan burnout, namun setelah semuanya berlalu dengan luar biasa dan menarik nafas sejenak,  saya tiba - tiba tersadar bahwa apa yang telah saya lalui itu secara tidak langsung telah meningkatkan kualitas pribadi saya menjadi seorang yang jauh lebih profesional dan accountable dari sebelumnya. 

2. Memiliki Level Produktivitas Yang Tinggi.

Wah poin kedua ini juga sungguh luar biasa dan saya salut beliau bisa mencapai level produktivitas sampai setinggi itu. 

Saya akui saya kalah jauh dalam hal ini bahkan walaupun saya sudah tahu caranya dan sudah diajari tetap saja saya belum bisa mencapai tingkatan produktivitas beliau. (what a very stupid person i am, haha..) akan tetapi... paling tidak saya merasa telah mengalami peningkatan produktivitas cukup jauh diatas rata - rata kebanyakan orang pada umumnya.

Banyak hal yang dapat saya sharingkan, akan tetapi secara keseluruhan topik produktivitas ini berkaitan erat dengan istilah yang saya sebut "Digital Brain" / Otak Digital.

Saya kaget ketika dengar istilah "Digital Brain" dari Mentor saya. Suatu ketika saya bilang kepada pak Suk bahwa kegiatan saya yang terlalu banyaknya membuat saya seringkali lupa untuk lakukan hal - hal yang diperlukan, banyak tugas yang sudah masuk deadline tapi terlambat dikerjakan dan berujung kepada hasil yang tidak memuaskan.

Sudah coba saya ingat - ingat tugas tsb agar tidak terlupa tapi tetap saja lupa dan tidak tahu mengapanya.

Nah... jawabannya waktu itu membuat pikiran saya terbuka. Beliau sama sekali tidak mengalami problem seperti saya , padahal pekerjaan beliau jauh lebih banyak dan rumit dari pekerjaan saya.

Beliau bilang kepada saya bahwa kapasitas otak manusia dalam hal mengingat dan menyerap itu ada batasannya karena itu dilakukan oleh alam sadar, yang setelah saya baca - baca ternyata alam sadar hanya berperan 12% terhadap apa yang kita lakukan, sedangkan sisanya dilakukan oleh alam bawah sadar (CMIIW).

Oleh karena itu beliau bilang bahwa di jaman now, kita sudah sangat beruntung karena banyak tool berteknologi tinggi dan juga tool - tool gratis di internet yang mempermudah kita menyelesaikan masalah saya.

Gunakan teknologi tsb dengan sangat maksimal & kosongkan otak saya sebanyak mungkin untuk hal - hal yang memang tidak perlu dimasukkan ke otak, dan kemudian latih otak saya untuk semakin ahli dalam melakukan fungsi otak yang utama, yaitu Thinking & Mind Setting.

Sadar tidak sadar ya, kita seringkali memasukkan banyak sekali hal yang tidak perlu ke dalam otak kita sampai membuat otak kita menjadi "lumpuh" dan tidak dapat digunakan sesuai dengan fungsi utamanya.

Jadi yang saya maksudkan dengan "Digital Brain" diatas adalah sebuah Smartphone yang selalu kita bawa kemana - mana setiap saat. 

Ketika kita mengetahui dan memanfaatkan secara maksimal fungsi dari smartphone kita, maka saya dapat katakan bahwa smartphone saya adalah digital brain / otak kedua saya.

Untuk contoh - contoh penggunaan digital brain untuk meningkatkan produktivitas, akan saya bahas tersendiri karena banyak sekali aplikasinya di kehidupan kita sehari - hari yang dapat membuat hidup kita jauh lebih praktis dan produktif.

3. Motivasi - Disiplin - Gaya Hidup - Karakter

Banyak orang masih keliru / mungkin kurang paham tentang istilah - istilah diatas dan apa saja perbedaannya.

Pada akhirnya saya mengerti setelah diajari oleh beliau tentang pemahaman dan perbedaan istilah - istilah diatas.

Kebanyakan orang hidup sekarang ini masih sangat mengandalkan "Motivasi" untuk menggerakkannya melakukan aktivitas menuju kesuksesan yang ingin dia raih. 

Awalnya saya tanpa sadar juga seperti itu, bekerja ketika sedang termotivasi tinggi, entah karena mungkin baru baca buku inspirasi, motivasi atau baru kembali dari mengikuti seminar motivasi, akan tetapi tidak lama kemudian entah kenapa kinerja saya jadi kendor dan tidak lagi sebaik kinerja saya sebelumnya.

Sampai suatu ketika, saya tersadarkan bahwa bekerja atas dasar "Motivasi" tidak akan sanggup membawa saya ke level sukses yang saya inginkan.

Lalu saya coba mengganti "Motivasi" tsb dengan "Disiplin". Setiap hari saya berusaha untuk mendisiplinkan diri saya agar tetap "on track" melakukan pekerjaan saya selama seminggu.

Pokoknya mau saya enjoy ataupun tidak enjoy, saya akan paksa / dorong untuk tetap melakukan pekerjaan saya sampai goalnya tercapai. 

Walaupun awalnya terlihat berhasil, namun kalau saya diminta terus melakukan hal seperti itu selama 1 bulan misalkan, saya yakin tenaga saya habis juga dan kinerja saya kembali menurun (hal ini sudah saya buktikan sendiri).

Nah.. ketika sedang meeting dengan pak Suk, saya berdiskusi perihal ini dan beliau kembali mengajarkan saya sebuah pemahaman yang "BARU" di telinga saya.

Beliau katakan betul bahwa "Motivasi" tidak dapat diandalkan untuk jangka panjang, begitu juga dengan "Disiplin" karena "Disiplin" yang saya lakukan adalah bersifat memaksakan,  sehingga pekerjaan yang saya lakukan tidak sesuai dengan emosi saya (ada sifat keterpaksaan disana)

Yang lebih tepat untuk dipraktekkan adalah "Gaya Hidup" dimana ketika, kita menjadikan apa yang kita lakukan itu sebagai sebuah bagian dari gaya hidup / lifestyle kita sehari - hari. Tentunya kita sudah terbiasa untuk melakukannya karena memang itulah kegiatan yang kita lakukan sehari - hari.

Dengan menerapkan "Gaya Hidup", artinya bahwa memang hidup kita sehari - hari bergaya seperti itu. Tidak ada unsur paksaan didalamnya karena sebelum menetapkan gaya hidup tsb, kita sudah benar - benar mengerti dan menyadari apa yang akan kita lakukan dan kita ubah untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Dan saya telah buktikan konsep gaya hidup tsb dengan sebuah percobaan sederhana ke diri saya sendiri, yaitu dengan berenang setiap pagi hari.

Saya berpikir aktivitas apa yang saya sukai, yang dapat menunjang kinerja saya sekaligus baik untuk kesehatan saya. Setelah saya pikirkan, saya memutuskan untuk berenang setiap pagi karena memang saya tidak anti dengan berenang walaupun juga tidak sangat suka dengan berenang.

Hasilnya: 3 - 7 hari pertama berenang pagi (jam 6 subuh), saya mengalami banyak sekali tantangan seperti rasa malas yang luar biasa, dan rasa mengantuk yang luar biasa karena saya tidak terbiasa bangun sepagi itu.

Tapi karena saya sudah berkomitmen, maka saya mencari cara secara sadar untuk mengatur gaya hidup saya lebih efektif lagi untuk mendukung agar saya bisa bangun lebih pagi tanpa rasa kantuk dan malas.

Setelah saya ubah beberapa hal secara sadar dan tidak terpaksa, maka setelah berlangsung selama 3 minggu semuanya berjalan dengan sangat mudah dan lancar, tanpa ada sama sekali yang namanya malas dan kantuk.

Bahkan saat ini saya sudah berenang selama 2 bulan berturut - turut tanpa absen seharipun.

Kenapa bisa seperti itu? karena saya sudah mengubah aktivitas renang tsb sebagai bagian dari gaya hidup saya, dan bukan menganggap berenang itu sebagai hobi tambahan saja. (Apakah aktivitas kerja Anda untuk sukses, mungkin hanya sekedar hobi tambahan untuk Anda?)

Di bulan kedua saya berenang, saya sudah mulai terbiasa bangun pagi dan saya modifikasi lagi sedikit gaya hidup saya sehingga saat ini saya otomatis bangun jam 3 subuh setiap harinya, kemudian bekerja sampai jam 05:45 am, lalu berangkat ke hotel untuk berenang setiap jam 06:00 am.

Dan semua itu saya lakukan tanpa ada unsur paksaan sedikitpun (semua berjalan otomatis) karena memang itulah gaya hidup saya saat ini (100% real story)

Nah tingkatan selanjutnya setelah "Gaya Hidup" adalah "Karakter".

Tentu Anda bisa bayangkan sendiri bagaimana ketika "Karakter" seseorang telah terbentuk? Pasti sangat sulit atau bahkan mustahil untuk Anda ubah lagi bukan...

Pertanyaan selanjutnya adalah:
"Apakah saya dan Anda sudah tahu karakter seperti apa yang harus kita bangun dan bentuk di dalam diri kita, untuk menjadi pribadi yang sukses?"

Begitu kita membangun dan menanamkan karakter yang salah ke dalam diri kita, maka bisa dikatakan mau bekerja keras sampai jatuh sakit dan masuk RS setiap bulan pun juga tidak akan membuat kita kaya  / sukses. Just Think What I Just Say.

Dan kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, kemudian secara tidak langsung sedang menanamkan karakter yang "jelek" ke dalam dirinya & sampai suatu titik orang tsb bertanya "Kenapa ya saya tidak berhasil mencapai sukses yang saya inginkan padahal saya sudah bekerja sangat keras selama ini?"

Demikianlah 3 pembelajaran penting yang saya dapatkan dari mentor saya, yaitu pak Sukarto Sudjono.

Sebenarnya sangat banyak pembelajaran yang bisa saya sharingkan kepada Anda karena terlalu "stupid"nya saya saat itu, hehe.. Mungkin akan saya lanjutkan di lain kesempatan ya.

Saya menulis postingan ini sebagai bentuk terima kasih saya kepada beliau karena sampai saat ini saya merasa masih banyak hal yang saya lakukan itu, belum sesuai atau memenuhi standar yang seharusnya untuk dapat sukses walaupun beliau sudah seringkali menasehati.

Postingan ini juga saya tuliskan agar dapat menjadi inspirasi untuk teman - teman lainnya yang ingin lebih sukses. Silahkan diambil hikmah positifnya dari postingan ini ya.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya & Salam B2523GI / R1K1.

About the Author

Halo, Saya Riki Yohanes seorang online entreprenuer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan lebih memahami digital marketing dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa meningkatkan omset bisnisnya 3x lipat dengan menerapkan strategi digital marketing yang telah terbukti efektif.

Leave a Comment:

Leave a Comment:

x Shield Logo
This Site Is Protected By
The Shield →