Jualan Online Semakin Hari Semakin Susah? Itu Karena Loe Gak Ngerti!

By Riki Yohanes | Uncategorized

Okt 12

Saya jadi tertarik menulis topik ini karena kemarin saya baru bertemu dengan salah satu teman lama yang bergerak di bisnis online, atau tepatnya jualan online.

Kami ngobrol cukup lama tentang banyak hal, dan salah satu topik yang menarik untuk saya adalah ketika dia bertanya "bro, loe berasa gak sih klo sekarang jualan online itu makin berat dan tidak semudah 3 - 5 tahun yang lalu?"

Pertanyaan tsb menarik perhatian saya karena dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini saya mendengar cukup banyak berita / kabar yang mirip  - mirip seperti ini.

Inti dari pertanyaannya adalah: sekarang jualan online itu "LAGI" berat... atau ngiklan di fb koq hasilnya tidak seenak dulu... trus sekarang bayar iklannya juga mahal banget... dan klo udah ngiklan dan dapat prospek, itupun juga kemungkinan prospeknya jadi beli itu rendah banget, walaupun sudah di follow up berkali - kali oleh cs kita.

Seperti itu kira - kira komentar atau pengalaman jualan online yang dirasakan saat ini dan karena kebetulan saya juga bergerak di digital marketing, saya juga mendapatkan fenomena tsb di beberapa usaha yang saya jalankan, tapi ada beberapa poin penting yang ingin saya sharingkan disini sehingga kita mengerti betul fenomena apa sebenarnya yang sedang terjadi sekarang dan bagaimana cara efektif yang saya lakukan untuk menghadapi fenomena baru inI!

Market / Pasar Telah Berubah Signifikan

Kita harus MAU dan BISA menyadari bahwa saat ini market di online telah banyak sekali berubah, atau kalau saya boleh katakan market di online sekarang sudah benar - benar tidak sama lagi dengan dengan masa 5 - 7 tahun yang lalu.

Mungkin Anda yang baru berjualan online 1-2 tahun terakhir tidak terlalu merasakan perubahan ini tapi untuk Anda yang sudah berjualan online sejak tahun 2010 - 2012 (sekitar tahun itu), saya yakin Anda dapat melihat pergeseran market ini, dan tentu saja hal ini sangat wajar terjadi.

Kondisi market online di indonesia 5 - 7 tahun yang lalu, tidak berkembang sepesat saat ini.

Dulu (5 - 7 tahun yll) market online di Indonesia ada di dalam tahap baru mulai bertumbuh, sehingga di masa itu masih sedikit sekali kompetitor yang berjualan online, dan market juga baru mulai diperkenalkan tentang adanya dunia online sebagai suatu hal positif yang perlu dipelajari lebih lanjut sehingga banyak sekali orang yang sangat antusias menghadapi fenomena baru ini yang sangat positif (mirip - mirip seperti situasi / perkembangan dunia properti yang sedang melaju pesat - pesatnya di tahun 2014 - 2016 yll)

Dulu belum ada nama - nama marketplace besar yang muncul seheboh seperti saat ini, misalkan saja tokopedia, bukalapak, tiket.com, traveloka, matahari mall, dimana mereka secara besar - besaran beriklan secara massive sampai merambah ke media offline seperti billboard, jalan tol, videotron di depan mall - mall besar, youtube, televisi, bioskop sebelum film dimulai, koran - koran, majalah,  kaca belakang mobil / motor ojek di jalanan dan media konvensional lainnya sehingga efek dari periklanan massive ini yang dilakukan terus menerus mengakibatkan pergeseran yang sangat luar biasa terhadap perilaku / behavior dari masyarakat indonesia.

Perilaku Konsumen Telah Berubah

Nah... inilah hal penting yang ingin saya sampaikan di postingan ini, karena Anda sadari atau tidak, percaya atau tidak... perilaku konsumen saat ini sudah benar - benar berubah!

Dan perubahan konsumen ini berdampak besar sekali terhadap mereka yang berjualan di online terutama kepada mereka yang berbisnis dengan salah dua ciri - ciri ini:

1. Cenderung mengandalkan facebook dan instagram sebagai media utama beriklan di online (karena fb dan ig yang cenderung "digoreng" oleh "pakar" jualan online dari dulu)

2. Berjualan dengan mengandalkan online direct selling, atau artinya langsung jualan produk dengan beriklan online, dan cenderung mengandalkan profit langsung dari hasil jualan langsung tsb untuk menutupi biaya iklan online mereka.

Kalau hal - hal diatas adalah yang Anda lakukan sampai saat ini, maka Anda sebaiknya simak postingan ini sampai selesai :):) karena saya juga sertakan strategi yang telah saya praktekkan dan terbukti efektif untuk menghadapinya.

Saya berikan beberapa contoh sederhana tentang perilaku konsumen yang telah berubah,

Dulu:
Orang lihat iklan produk di fb, kemudian tertarik... klik iklannya dan beli produk yang diiklankan di fb

Sekarang: 
Orang lihat iklan produk di fb, dia klik iklannya, cek harga produknya kemudian tutup halaman iklan tadi dan cari harga pembandingnya di tokopedia dan apabila dia tertarik maka dia beli di tokopedia karena kemungkinan besar harganya lebih murah dan terjamin aman.

Dulu: 
Orang lihat iklan produk di fb, kmd tertarik klik iklannya dan beli produk yang diiklankan di fb

Sekarang: 
Orang lihat iklan produk di fb, klik iklannya dan mungkin tertarik tapi masih perlu diyakinkan kembali... (orang desa yang baru tahu inet) trus mendadak ada wa masuk, telp masuk, sosmed berbunyi, aplikasi lainnya berbunyi, dan langsung lupa iklan produk tadi (orang kantoran) dan akhirnya tidak jadi beli

Dulu:
Orang yang punya masalah, membuka google untuk caritahu solusinya dan ketemu iklan Anda, kmd tertarik dan membeli produk Anda

Sekarang:
Orang punya masalah, buka google untuk caritahu solusinya dan ketemu iklan produk Anda, sebenarnya ingin tapi ragu beli karena kurang yakin dan takut ditipu seperti yll, akhirnya tidak beli produk Anda saat itu juga.

Dunia telah berubah jauuuuh sekali dan perilaku konsumen telah berubah banyaaaak sekali, tapi kabar buruknya adalah  kita sebagai pengiklan tetap belum berubah dalam strategi marketing online yang selama ini kita lakukan, atau kalaupun sudah berubah.. berubahnya itu masih sedikit sekali (minor changes) dibandingkan dengan perubahan market dan perilaku konsumen yang sangat signifikan terjadi di indonesia (major changes) akibat iklan massive oleh berbagai marketplace besar. (silahkan anda renungkan tentang hal ini...)

Sampai disini saya harap anda sudah mulai sadar / aware akan situasi yang sedang terjadi saat ini. Sebenarnya yang saya ceritakan diatas masih sangat sederhana sekali, artinya yang saat ini sedang terjadi adalah sebuah pergeseran perilaku konsumen yang sangat massive dan tergolong sangat cepat. Kalau Anda dan saya tidak sungguh - sungguh mau berubah dan mempersiapkan strategi yang tepat untuk menghadapi fenomena ini, maka kita harus siap - siap gulung tikar dari berbisnis di online!

Lalu bagaimana sikap kita yang tepat untuk menghadapi HUGE CHANGES ini ?!

Pertama sekali yang ingin saya sampaikan adalah UNINSTALL semua strategi marketing Anda yang pernah berhasil di jaman dahulu, yang masih ada di otak Anda saat ini.

YES! Anda harus UNINSTALL dulu semua strategi jaman dulu yang masih Anda pegang dan yakini sampai saat ini.

Strategi itu mungkin bekerja sangat efektif di jaman nya tapi sudah tidak efektif lagi di jaman sekarang atau yang akan datang.

Kedua:  tentu saja Anda harus BERUBAH dan harus mempelajari strategi marketing online "BARU" yang terbukti EFEKTIF & RELEVAN dengan market dan perilaku konsumen jaman now.

Lalu apa atau bagaimana strategi marketing online "BARU" yang terbukti EFEKTIF & RELEVAN dengan perilaku konsumen jaman digital ini ?!!

JAWABAN --> Klik & baca postingan selanjutnya disini ya, karena kalau dilanjutkan di postingan ini maka akan jadi terlalu panjang sekali 🙂

See you around & salam B2523GI

About the Author

Halo, Saya Riki Yohanes seorang online entreprenuer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan lebih memahami digital marketing dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa meningkatkan omset bisnisnya 3x lipat dengan menerapkan strategi digital marketing yang telah terbukti efektif.

Leave a Comment:

Leave a Comment:

x Logo: Shield
This Site Is Protected By
Shield