Hanya Paham Bedanya 2 Tipe Produk Ini, Sanggup Membuat Profit Anda Melejit!

By Riki Yohanes | Conversion

Sep 21

Tepatnya dalam 1 minggu terakhir, saya banyak berbicara perihal judul diatas baik itu di dalam pembahasan di meeting internal dengan karyawan dan juga dengan partner bisnis saya, sehingga saya berpikir alangkah baiknya klo sy juga sharing disini untuk teman - teman semua

Jadi setelah banyak pekerjaan yang saya lakukan, saya menyadari dan menyimpulkan bahwa ternyata "produk"yang selama ini kita pasarkan itu dapat saya bagi menjadi 2 tipe (berdasarkan pengalaman pribadi saya) yang kemudian akan sangat berpengaruh terhadap profit kita, yakni:

1. Barang Komoditas
2. Project

*Apa yang saya sharingkan adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan istilah yang saya gunakan adalah istilah yang saya berikan sendiri ya gaes

Sebelum saya bahas masing - masing tipe dan karakteristiknya, saya ingin highlight dl perbedaan mendasarnya sehingga anda tahu titik beratnya ada dimana

Jadi yang membuat 2 tipe diatas sangat berbeda adalah karena unsur didalam produk nya

Setiap produk yang kita pasarkan itu pada dasarnya memiliki 2 unsur, yaitu:
- Unsur barang nya: keunggulan barang, spesifikasi dan fitur barang tsb
- Unsur jasa nya: pelayanan cs kita, jasa / keahlian / expertise kita

Dan ketika kita jualan produk, maka 2 unsur itu sll berperan secara bersamaan, akan tetapi persentase nya akan selalu ada salah satu unsur yang menonjol dan hal tsb membuat perbedaan yang signifikan perihal margin profit

Saya langsung berikan contohnya dengan masuk ke penjelasan masing2 tipe nya

1. Barang Komoditas
Adalah tipe produk yang umumnya kita jual karena lebih besar unsur barangnya, artinya kita bisa menjual barang karena spek / fungsi atau benefit dari produknya lebih berperan besar daripada unsur jasa nya

Contoh:
- Jual hand sanitiser, merk aaa (merk aaa sbg pengganti merk tertentu yang cukup dikenal)
- Jual aksesoris motor, merk aaa
- Jual helm, merk aaa
- Jual baja ringan perbatang, merk aaa
- Jual baju ready, merk aaa

Barang - barang dalam kategori ini yang pada umumnya kita pasarkan hari demi hari, terutama di dunia offline

Ketika anda perhatikan lebih jauh, banyak diantara kita memasarkan barang komoditas ini di dunia offline (sebelum ada nya internet dan online), dengan cara misalkan buka toko bangunan, buka toko sembako, buka toko aksesoris motor, toko sepatu dan lain sebagainya

Contoh konkrit:  kita buka toko bangunan, jualan baja ringan per batang untuk bangun atap rumah seharga 100rb per batang, dengan margin profit 15% dari harga jual yaitu profit sebesar 15rb per 1 batang baja ringan which is good and suitable with its condition at the time

Poinnya disini adalah kita tidak perlu memberikan penjelasan yang terlalu dalam tentang kegunaan alat ini karena umumnya orang yang mencari barang ini sudah tau kegunaan baja ringan ini, karena yang ditonjolkan di barang komoditas ini adalah fitur / spek barangnya spt anti karat dan ketebalannya, sehingga kita sbg pemasar hanya perlu menyediakannya saja stok barang ready nya dan memberikan info tentang spek barangnya saja

Akan berbeda cukup jauh dengan tipe produk ke 2 yang segera saya bahas ini

2. Project / Expertise / Jasa

Ketika kita menjual tipe produk kedua ini, maka kita sebagai pemasar lebih akan banyak berperan serta dalam sales / penjualan yang terjadi ketimbang barang komoditas diatas

Disini dibutuhkan expertise  / jasa / keahlian kita, agar kita bisa menghasilkan penjualan / sales terhadap produk yang kita jual, oleh karena itu saya namakan tipe produk ini adalah PROJECT

Contoh konkrit:
Kita kembali gunakan contoh baja ringan diatas, dimana klo tadi kita hanya jualan baja ringan nya saja, tapi ketika kita jualannya berupa project maka yang kita pasarkan ke customer bukan lah hanya baja ringan per batang, melainkan 1 paket lengkap berupa:

- Baja ringan itu sendiri (barang komoditas)
- Jasa perhitungan baja ringan untuk atap rumah anda berdasarkan skillset / rumus teknik bangunan yang tepat
- Jasa pemasangan baja ringan cepat, bergaransi dan ontime (profesional) + garansinya
- Jasa pengiriman baja ringan ke lokasi customer

Disini anda bisa lihat perbedaannya yang cukup mendasar, dimana ketika kita jualan project maka kita jualnya justru sebagian besar adalah expertise / jasa kita / keahlian kita, dan barang baja ringan itu sendiri hanya bagian dari project yang kita jual ke customer

Dan dapat dipastikan bahwa menjual PROJECT ini memiliki margin profit yang lebih sehat ketimbang barang komoditas saja (secara general)

Bukan berarti jualan barang komoditas tidak bisa punya margin sehat, tapi untuk bisa memiliki margin barang komoditas yang sehat, anda harus pastikan banyak hal yang meyakinkan anda agar barang komoditas yg anda jual tsb tidak banting - bantingan harga dengan barang komoditas serupa yang dijual oleh kompetitor anda

Lalu apakah saya menyarankan Anda untuk jualan project saja, ketimbang jualan barang komoditas?

Jawabannya adalah SANGAT TERGANTUNG passion, skill & fondasi hidup anda!

Kenapa jawabannya terkesan idealis sekali? hehe.. karena memang itu jawaban sesungguhnya yang bisa saya berikan dan saya akan kasih anda contoh konkrit nya agar anda bisa mengerti bahwa jawaban saya (passion, skill dan fondasi hidup) itu bukan sekedar lebai hehe..

Disini saya berikan 2 contoh konkrit yang sangat ekstrim (bedanya jauh) supaya kita sama2 bs langsung pahami bedanya.

Contoh 1:
Anda lulusan s1 teknil sipil dan setelah lulus anda banyak bergerak di bidang marketing & teknik bangunan.

Ortu anda adalah pengusaha toko bangunan yang sudah berdiri sejak anda masih kecil, berjualan macam2 barang bangunan, salah satunya baja ringan misalkan

Ortu anda sudah jualan baja ringan ckp lama dan dpt posisi sbg distributor eksklusif dari pabrikan. 

Nah.. anda setelah lulus kuliah, berniat bantu usaha ortu anda dan anda mengerti marketing dan skillset bangunan (ortu anda lulusan smu saja), maka anda disini dapat menggabungkan skillset s1 bangunan anda, passion marketing anda dan juga fondasi posisi distributor eksklusif ortu anda

Dengan demikian anda sekarang dpt memasarkan baja ringan dengan membuat paket PROJECT dimana didalamnya anda libatkan kemampuan / skillset anda untuk perhitungan baja ringan dan jasa pemasangan untuk atap bangunan ketika anda menjual ke customer

Bahkan ketika anda willing untuk pelajari ilmu digital marketing lagi, maka anda akan semakin maju 1 langkah didepan karena anda bisa memasarkan nya di online, TIDAK hanya pasarkan baja ringan (karena akan mudah dibanting harganya oleh kompatitor) tapi anda jualannya project seperti yang kita bahas, di online 

Jadi disini anda bisa lihat bahwa sales /omset / bahkan keberhasilan itu merupakan kombinasi  perpaduan dari banyak hal yang tergabung secara sinergis dan semua itu tentu membutuhkan proses waktu, so better use your time wisely

Contoh 2:
Anda adalah seorang lulusan dokter spesialis.

Anda dibekali modal untuk bisa menempuh pendidikan sampai jadi dokter spesialis, misalkan spesialis kandungan kebidanan / obgyn

Ini adalah contoh yang jelas sekali bahwa yang anda pasarkan termasuk dalam kategori project, yang artinya adalah dalam memasarkan produk anda, anda lebih banyak menjual apa yang menjadi skillset / passion dan keahlian anda, dimana klo di contoh ini adalah kemampuan anda mendiagnosa, membantu persalinan, menyembuhkan beberapa penyakit terkait bidang anda

Disini bahkan anda bs dikatakan tidak menjual barang komoditas secara langsung, dan produk anda ini tentu memiliki margin profit yang sehat apabila diamati dari sisi tsb

Tidak harus dokter untuk dijadikan contoh di tipe produk project ini, tapi anda juga banyak lihat contoh project lainnya di tipe ini, misalkan sbg konsultan keuangan, agency asuransi, konsultan HRD atau memasarkan apapun yang lebih membutuhkan skillset / expertise ketimbang barang komoditas nya

Di kategori kedua ini, barang komoditas bisa ada ataupun juga tidak perlu ada didalam barang jualan anda

Mis: di baja ringan, anda jualan barang komoditas yang dipadu dengan expertise anda, akan tetapi di profesi misal pengacara atau konsultan hampir tidak ada barang fisik / komoditas nya

Nah dari 2 contoh diatas, sy pikir sudah cukup jelas untuk membedakannya dan ini berhubungan dengan bagaimana cara anda mendefinisikan apa yang akan anda jual untuk jangka panjang

Hal ini menjadi penting, karena anda harus memastikan apa yang anda pasarkan ini bs terus menerus sustain atau bertahan bahkan berkembang sampai jangka panjang kedepan

Dan poin penting yang ingin saya highlight lagi adalah terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam ilmu digital marketing yang harus anda terapkan ketika anda memasarkan barang komoditas, atau anda ingin memasarkan expertise anda

Berdasarkan pengamatan saya berbicara dengan beberapa orang, saya melihat masih banyak yang belum mengerti prinsip ini dan juga tidak tahu cara / ilmu digital marketing yang tepat untuk memasarkan masing2 tipe jualan mereka ini

Saya tergerak untuk sharingkan hal - hal ini karena sejak saya lulus kuliah kedokteran di tahun 2009 sampai saat ini, saya menjalani cukup banyak (10 bidang / model bisnis berbeda) bidang usaha dengan banyak jatuh bangunnya dan darisana saya jatuh lebih tau dan peka untuk melihat model bisnis mana yang kmgkn akan relevant /  justru sebaliknya terutama dalam menghadapi masa depan digital ini

Semoga sharing ini bermanfaat dan terima kasih telah membacanya. Apabila ada komentar atau pertanyaan, anda bisa tulis di kolom komentar ya krn saya sll membacanya secara berkala. Terima kasih all, salam B 2523 GI

About the Author

Halo, Saya Riki Yohanes seorang online entreprenuer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan lebih memahami digital marketing dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa meningkatkan omset bisnisnya 3x lipat dengan menerapkan strategi digital marketing yang telah terbukti efektif.

x Logo: Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security