Category Archives for "Conversion"

Nov 27

Punya Website Keren, Tapi Omset Tiarap? Loe Kena Tipu!

By Riki Yohanes | Conversion

Hampir setiap saat saya ngobrol dengan orang - orang perihal digital marketing, selalu saja ada 1 topik ini yang menggelitik saya yaitu tentang WEBSITE.

Yang biasanya dialami oleh kebanyakan orang diluar sana adalah mereka saat ini sudah memiliki website, bahkan ada yang sudah beriklan dan iklannya diarahkan ke website tsb tapi tidak tahu kenapa ketika ditanya tentang hasilnya, mayoritas dari mereka bilang iklannya akhirnya distop karena sedikit / bahkan tidak ada yang beli produk yang ditawarkan di website tsb alias RUGI.

Lucunya mereka juga bilang bahwa alasannya gak ada penjualan karena ngiklan di facebook / instagram itu jelek dan tidak efektif! Jadi disini mereka cenderung "menyalahkan" tempat beriklannya, seperti facebook / instagram.

Apakah anda mengalami hal seperti diatas? klo IYA, maka bisa jadi postingan ini akan membuat mata anda MELEK dan menyadari makna dan fakta sejujurnya dari website yang 'BENAR'!

Sesungguhnya sudah lama saya ingin bahas tentang topik ini (WEBSITE) tapi baru saat ini saya terdorong untuk menjelaskannya secara detail karena 2 hal berikut, yaitu:

1. Karena ternyata banyak sekali orang diluar sana yang belum mengerti POTENSI DAHSYAT sesungguhnya dari memiliki sebuah website dan memiliki persepsi yang keliru, sehingga tentu saja dengan persepsi keliru maka hasilnya tidak ada

2. Karena saya kenal 1 orang praktisi yang memiliki pengalaman panjang dan dedikasi dalam membuat sebuah website yang "BENAR - BENAR MENGHASILKAN" sehingga ada kemungkinan postingan ini dapat membantu anda untuk lebih memahami digital marketing, terutama dalam hal menciptakan "Website Yang Menghasilkan"

Ketika anda saat ini sudah punya website, lalu beriklan tapi hasilnya boncos / rugi dan kemudian memutuskan untuk menutup website anda, maka sesungguhnya anda sudah keliru besar.

Mengapa? karena justru website lah yang menjadi salah satu penentu utama / faktor terpenting yang menentukan apakah bisnis anda berkembang pesat (sukses) atau tidaknya.

Yes, anda tidak salah baca. Apa yang saya katakan diatas 100% benar adanya dan saya akan jelaskan alasannya sekarang juga

Anda perlu sadari bahwa setiap customer kita pada awalnya adalah seorang pengunjung yang tidak mengetahui kita, kemudian sedang searching / melihat iklan kita dan karena tertarik dan atau butuh, maka si pengunjung tadi klik iklan kita (atau bisa juga tau kita secara organik) dan diarahkan ke tempat kita di online dimana bisa berupa fb, ig, youtube channel, toko di marketplace dan juga website tentunya (saat ini kita fokus bahas website karena website memiliki benefit dan fitur yang paling powerful ketimbang lainnya, ketika anda mengerti konsep dan how to nya)

Nah.. setelah si orang tsb melihat- lihat produk kita, merasa oke maka singkat cerita dia memutuskan untuk membeli produk kita dan jadilah dia customer kita

Flow sederhananya, seperti ini:
Pengunjung --> Website --> Customer

Artinya setiap customer kita pada awalnya adalah pengunjung saja yang kemudian Tahu (know), Suka (like) dan Percaya (trust) dengan kita sehingga mereka memutuskan membeli produk kita

Digital Marketing Law
"PEOPLE DO BUSINESS WITH PEOPLE THEY KNOW, LIKE & TRUST"

Oleh sebab itu kita wajib mengerti bahwa website yang anda miliki tsb sebenarnya memiliki tanggung jawab yang sangat besar dan penting untuk mengubah pengunjung yang datang menjadi customer

Untuk sederhananya, saya seringkali berikan contoh dengan analogi "VENDING MACHINE"

Biasanya ketika kita gunakan vending machine, maka kita masukkan uang kedalam mesin tsb, misalkan 10rb dan kemudian vending machine tsb akan mengeluarkan 1 kaleng minuman kepada kita

Kurang lebih flow nya spt ini:
Input (uang) --> vending machine --> output (kaleng minum)

Intinya, tugas dari vending machine tsb adalah PASTI, yaitu mengubah uang kita menjadi kaleng minuman

Nah.. anggap vending machine itu adalah sebuah website, dimana tugas dari website ini juga sebenarnya sama dengan vending machine yaitu mengubah setiap pengunjung yang masuk ke website menjadi pembeli sehingga kita mendapatkan profit.

Pertanyaan saya adalah ketika anda telah memiliki sebuah vending machine yang memiliki kemampuan untuk mengubah pengunjung yang datang ke dalam vending machine tsb berubah menjadi pembeli maka berapa banyak biaya iklan yang berani anda keluarkan untuk datangkan pengunjung ke vending machine anda?

Jawabannya adalah pasti kita akan keluarkan biaya iklan sebanyak - banyaknya dan terus menerus, karena kita tahu bahwa setiap pengunjung yang datang ke vending machine kita akan diubah oleh vending machine kita menjadi pembeli dan mendatangkan profit untuk kita

HIGH CONVERTING WEBSITE
Mesin Yang Mengubah Pengunjung Menjadi Pembeli Terus Menerus

Disini tugas anda adalah menciptakan vending machine / website yang memiliki kapasitas mengubah sebanyak mungkin pengunjung yang datang, menjadi pembeli

Inilah fungsi sebuah website (vending machine) yang sangat penting yang sering saya istilahkan dengan nama High Converting Website (HCW) atau Website Yang Menghasilkan.

Jadi ketika anda baru memiliki sebuah website saja, maka itu masih jauh dari cukup karena sebuah website biasa saja tidak memiliki kemampuan mengubah pengunjung menjadi pembeli, akan tetapi website tersebut harus kita desain, rancang dan ubah menjadi High Converting Website (HCW) dan untuk menciptakan HCW diperlukan ilmu yang sangat detail dan mendalam.

"When everyone can build high converting website, then they should not have problem with selling the product"

Sehingga saya bisa katakan website dan HCW adalah 2 hal yang sangat berbeda!

Bicara tentang membuat website adalah 1 hal yang bicara tentang teknis

Bicara tentang membuat website yang indah adalah 1 hal lain yang bicara tentang desain yang menarik

Bicara tentang membuat website yang CONVERT / MENGHASILKAN adalah 1 hal lain lagi yang singkatnya merupakan kombinasi dari 3 hal utama, yaitu:
1. Psikologi Marketing
2. Perilaku konsumen online
3. Desain (video) yang powerful

Menciptakan sebuah high converting website sama seperti menciptakan sebuah mesin canggih dan powerful yang sanggup mencetak profit untuk anda secara terus menerus sehingga faktor HCW ini sangat krusial untuk keberhasilan bisnis online anda

Dan saya sering mengatakan bahwa HCW ini akan menjadi aset digital anda, dimana HCW akan memiliki nilai / value yang semakin hari akan semakin besar karena kemampuannya mengkonversi pengunjung menjadi pembeli

Salah satu keuntungan ketika kita memiliki HCW adalah anda bekerja satu kali membangun sebuah mesin canggih di awal untuk anda andalkan menghasilkan profit terus menerus untuk anda

HCW sama ibaratnya seperti aset properti yang anda sewakan, seperti rumah kontrakan, hotel, kost - kostan. Anda bangun properti nya satu kali diawal kemudian anda sewakan terus menerus untuk memberikan penghasilan untuk anda dan seiring waktu nilainya bertambah naik yang disebut dengan capital gain

Nah.. jadi klo di dunia offline, aset anda adalah properti maka di dunia online , aset digital anda adalah High Converting Website (bukan sekedar website saja yah!)

Lalu apakah betul anda hanya perlu satu kali membuat HCW di depan saja dan selebihnya dibiarkan saja sudah bs menghasilkan profit??

Jawabannya tidak semutlak itu. Benar bahwa anda akan lebih banyak effort membangunnya di awal - awal, tapi sama seperti properti yang harus terus dijaga dan direnovasi, maka HCW yang anda buat ini juga perlu anda rawat dan monitoring sehingga dipastikan kemampuannya menghasilkan profit tetap terjaga dan optimal.

But as time goes on, you will realize that having high converting website is your ultimate goal that you want to have in the future

Apakah anda sudah mulai menyadari pentingnya sebuah website yang konvert / high converting website??

Untuk anda yang baru mengetahui tentang konsep ini, atau masih penasaran untuk mengetahui lebih detail tentang high converting website, maka saya sarankan anda untuk membaca postingan saya selanjutnya disini
Sep 21

Hanya Paham Bedanya 2 Tipe Produk Ini, Sanggup Membuat Profit Anda Melejit!

By Riki Yohanes | Conversion

Tepatnya dalam 1 minggu terakhir, saya banyak berbicara perihal judul diatas baik itu di dalam pembahasan di meeting internal dengan karyawan dan juga dengan partner bisnis saya, sehingga saya berpikir alangkah baiknya klo sy juga sharing disini untuk teman - teman semua

Jadi setelah banyak pekerjaan yang saya lakukan, saya menyadari dan menyimpulkan bahwa ternyata "produk"yang selama ini kita pasarkan itu dapat saya bagi menjadi 2 tipe (berdasarkan pengalaman pribadi saya) yang kemudian akan sangat berpengaruh terhadap profit kita, yakni:

1. Barang Komoditas
2. Project

*Apa yang saya sharingkan adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan istilah yang saya gunakan adalah istilah yang saya berikan sendiri ya gaes

Sebelum saya bahas masing - masing tipe dan karakteristiknya, saya ingin highlight dl perbedaan mendasarnya sehingga anda tahu titik beratnya ada dimana

Jadi yang membuat 2 tipe diatas sangat berbeda adalah karena unsur didalam produk nya

Setiap produk yang kita pasarkan itu pada dasarnya memiliki 2 unsur, yaitu:
- Unsur barang nya: keunggulan barang, spesifikasi dan fitur barang tsb
- Unsur jasa nya: pelayanan cs kita, jasa / keahlian / expertise kita

Dan ketika kita jualan produk, maka 2 unsur itu sll berperan secara bersamaan, akan tetapi persentase nya akan selalu ada salah satu unsur yang menonjol dan hal tsb membuat perbedaan yang signifikan perihal margin profit

Saya langsung berikan contohnya dengan masuk ke penjelasan masing2 tipe nya

1. Barang Komoditas
Adalah tipe produk yang umumnya kita jual karena lebih besar unsur barangnya, artinya kita bisa menjual barang karena spek / fungsi atau benefit dari produknya lebih berperan besar daripada unsur jasa nya

Contoh:
- Jual hand sanitiser, merk aaa (merk aaa sbg pengganti merk tertentu yang cukup dikenal)
- Jual aksesoris motor, merk aaa
- Jual helm, merk aaa
- Jual baja ringan perbatang, merk aaa
- Jual baju ready, merk aaa

Barang - barang dalam kategori ini yang pada umumnya kita pasarkan hari demi hari, terutama di dunia offline

Ketika anda perhatikan lebih jauh, banyak diantara kita memasarkan barang komoditas ini di dunia offline (sebelum ada nya internet dan online), dengan cara misalkan buka toko bangunan, buka toko sembako, buka toko aksesoris motor, toko sepatu dan lain sebagainya

Contoh konkrit:  kita buka toko bangunan, jualan baja ringan per batang untuk bangun atap rumah seharga 100rb per batang, dengan margin profit 15% dari harga jual yaitu profit sebesar 15rb per 1 batang baja ringan which is good and suitable with its condition at the time

Poinnya disini adalah kita tidak perlu memberikan penjelasan yang terlalu dalam tentang kegunaan alat ini karena umumnya orang yang mencari barang ini sudah tau kegunaan baja ringan ini, karena yang ditonjolkan di barang komoditas ini adalah fitur / spek barangnya spt anti karat dan ketebalannya, sehingga kita sbg pemasar hanya perlu menyediakannya saja stok barang ready nya dan memberikan info tentang spek barangnya saja

Akan berbeda cukup jauh dengan tipe produk ke 2 yang segera saya bahas ini

2. Project / Expertise / Jasa

Ketika kita menjual tipe produk kedua ini, maka kita sebagai pemasar lebih akan banyak berperan serta dalam sales / penjualan yang terjadi ketimbang barang komoditas diatas

Disini dibutuhkan expertise  / jasa / keahlian kita, agar kita bisa menghasilkan penjualan / sales terhadap produk yang kita jual, oleh karena itu saya namakan tipe produk ini adalah PROJECT

Contoh konkrit:
Kita kembali gunakan contoh baja ringan diatas, dimana klo tadi kita hanya jualan baja ringan nya saja, tapi ketika kita jualannya berupa project maka yang kita pasarkan ke customer bukan lah hanya baja ringan per batang, melainkan 1 paket lengkap berupa:

- Baja ringan itu sendiri (barang komoditas)
- Jasa perhitungan baja ringan untuk atap rumah anda berdasarkan skillset / rumus teknik bangunan yang tepat
- Jasa pemasangan baja ringan cepat, bergaransi dan ontime (profesional) + garansinya
- Jasa pengiriman baja ringan ke lokasi customer

Disini anda bisa lihat perbedaannya yang cukup mendasar, dimana ketika kita jualan project maka kita jualnya justru sebagian besar adalah expertise / jasa kita / keahlian kita, dan barang baja ringan itu sendiri hanya bagian dari project yang kita jual ke customer

Dan dapat dipastikan bahwa menjual PROJECT ini memiliki margin profit yang lebih sehat ketimbang barang komoditas saja (secara general)

Bukan berarti jualan barang komoditas tidak bisa punya margin sehat, tapi untuk bisa memiliki margin barang komoditas yang sehat, anda harus pastikan banyak hal yang meyakinkan anda agar barang komoditas yg anda jual tsb tidak banting - bantingan harga dengan barang komoditas serupa yang dijual oleh kompetitor anda

Lalu apakah saya menyarankan Anda untuk jualan project saja, ketimbang jualan barang komoditas?

Jawabannya adalah SANGAT TERGANTUNG passion, skill & fondasi hidup anda!

Kenapa jawabannya terkesan idealis sekali? hehe.. karena memang itu jawaban sesungguhnya yang bisa saya berikan dan saya akan kasih anda contoh konkrit nya agar anda bisa mengerti bahwa jawaban saya (passion, skill dan fondasi hidup) itu bukan sekedar lebai hehe..

Disini saya berikan 2 contoh konkrit yang sangat ekstrim (bedanya jauh) supaya kita sama2 bs langsung pahami bedanya.

Contoh 1:
Anda lulusan s1 teknil sipil dan setelah lulus anda banyak bergerak di bidang marketing & teknik bangunan.

Ortu anda adalah pengusaha toko bangunan yang sudah berdiri sejak anda masih kecil, berjualan macam2 barang bangunan, salah satunya baja ringan misalkan

Ortu anda sudah jualan baja ringan ckp lama dan dpt posisi sbg distributor eksklusif dari pabrikan. 

Nah.. anda setelah lulus kuliah, berniat bantu usaha ortu anda dan anda mengerti marketing dan skillset bangunan (ortu anda lulusan smu saja), maka anda disini dapat menggabungkan skillset s1 bangunan anda, passion marketing anda dan juga fondasi posisi distributor eksklusif ortu anda

Dengan demikian anda sekarang dpt memasarkan baja ringan dengan membuat paket PROJECT dimana didalamnya anda libatkan kemampuan / skillset anda untuk perhitungan baja ringan dan jasa pemasangan untuk atap bangunan ketika anda menjual ke customer

Bahkan ketika anda willing untuk pelajari ilmu digital marketing lagi, maka anda akan semakin maju 1 langkah didepan karena anda bisa memasarkan nya di online, TIDAK hanya pasarkan baja ringan (karena akan mudah dibanting harganya oleh kompatitor) tapi anda jualannya project seperti yang kita bahas, di online 

Jadi disini anda bisa lihat bahwa sales /omset / bahkan keberhasilan itu merupakan kombinasi  perpaduan dari banyak hal yang tergabung secara sinergis dan semua itu tentu membutuhkan proses waktu, so better use your time wisely

Contoh 2:
Anda adalah seorang lulusan dokter spesialis.

Anda dibekali modal untuk bisa menempuh pendidikan sampai jadi dokter spesialis, misalkan spesialis kandungan kebidanan / obgyn

Ini adalah contoh yang jelas sekali bahwa yang anda pasarkan termasuk dalam kategori project, yang artinya adalah dalam memasarkan produk anda, anda lebih banyak menjual apa yang menjadi skillset / passion dan keahlian anda, dimana klo di contoh ini adalah kemampuan anda mendiagnosa, membantu persalinan, menyembuhkan beberapa penyakit terkait bidang anda

Disini bahkan anda bs dikatakan tidak menjual barang komoditas secara langsung, dan produk anda ini tentu memiliki margin profit yang sehat apabila diamati dari sisi tsb

Tidak harus dokter untuk dijadikan contoh di tipe produk project ini, tapi anda juga banyak lihat contoh project lainnya di tipe ini, misalkan sbg konsultan keuangan, agency asuransi, konsultan HRD atau memasarkan apapun yang lebih membutuhkan skillset / expertise ketimbang barang komoditas nya

Di kategori kedua ini, barang komoditas bisa ada ataupun juga tidak perlu ada didalam barang jualan anda

Mis: di baja ringan, anda jualan barang komoditas yang dipadu dengan expertise anda, akan tetapi di profesi misal pengacara atau konsultan hampir tidak ada barang fisik / komoditas nya

Nah dari 2 contoh diatas, sy pikir sudah cukup jelas untuk membedakannya dan ini berhubungan dengan bagaimana cara anda mendefinisikan apa yang akan anda jual untuk jangka panjang

Hal ini menjadi penting, karena anda harus memastikan apa yang anda pasarkan ini bs terus menerus sustain atau bertahan bahkan berkembang sampai jangka panjang kedepan

Dan poin penting yang ingin saya highlight lagi adalah terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam ilmu digital marketing yang harus anda terapkan ketika anda memasarkan barang komoditas, atau anda ingin memasarkan expertise anda

Berdasarkan pengamatan saya berbicara dengan beberapa orang, saya melihat masih banyak yang belum mengerti prinsip ini dan juga tidak tahu cara / ilmu digital marketing yang tepat untuk memasarkan masing2 tipe jualan mereka ini

Saya tergerak untuk sharingkan hal - hal ini karena sejak saya lulus kuliah kedokteran di tahun 2009 sampai saat ini, saya menjalani cukup banyak (10 bidang / model bisnis berbeda) bidang usaha dengan banyak jatuh bangunnya dan darisana saya jatuh lebih tau dan peka untuk melihat model bisnis mana yang kmgkn akan relevant /  justru sebaliknya terutama dalam menghadapi masa depan digital ini

Semoga sharing ini bermanfaat dan terima kasih telah membacanya. Apabila ada komentar atau pertanyaan, anda bisa tulis di kolom komentar ya krn saya sll membacanya secara berkala. Terima kasih all, salam B 2523 GI

Des 22

Berbisnis Online? Rugi Besar Kalau Belum Tahu Kitab Sakti Google Ini

By Riki Yohanes | Advertising , Conversion , Life

Salah satu tantangan / issue yang seringkali saya dengar dari para pebisnis yang baru / sedang menggunakan internet untuk kelangsungan bisnisnya adalah mereka meyakini online itu bagus dan akan semakin bagus kedepannya... mereka tahu itu akan tetapi entah kenapa mereka sudah mencoba melakukannya tapi tidak / belum merasakan efek dahsyat seperti yang mereka perkirakan.

Jawaban dari issue diatas sebenarnya adalah multi faktor, artinya ada banyak faktor yang harus kembali diperhatikan ketika ada seseorang yang mencoba mengembangkan bisnisnya melalui internet namun belum berhasil

Nah... di kesempatan ini saya ingin memberikan salah satu jawaban atas issue tersebut, yaitu adalah dikarenakan kita mungkin tidak / belum mengetahui karakteristik dan behaviour dari calon buyer kita (prospek) ketika ingin membeli produk / jasa kita di online.

Berdasarkan pengalaman saya selama 8 tahun berbisnis dengan menggunakan digital marketing, satu hal yang saya amati terus adalah bahwa kebiasaan / behaviour dari pengguna internet ini TIDAK SAMA dengan kebiasaan mereka ketika mengambil keputusan di dunia offline, jadi tidak heran ketika dulu anda sukses berbisnis dengan metode konvensional offline dan anda bawa / pakai cara itu di online kemudian anda tidak merasakan efeknya, bahkan beberapa dari anda bingung melihat banyak orang sukses di online tapi entah kenapa online tidak bekerja untuk bisnis anda.

Saya tidak heran dan saya sepenuhnya mengerti alasan dibalik kebingungan anda karena fenomena ini juga terjadi di klien - klien yang saya handle dan bantu di awal... Anda bisa melihat video komentar salah satu klien saya di menit 04:00 - 04:35 dan 05:35 - 06:05) dimana beliau juga mengalami fenomena yang serupa, dan kemudian pada akhirnya beliau menyadari bahwa online itu BEDA dengan offline (di menit 06:15 - 07:00), dan orang - orang seperti beliau tsb adalah orang yang saya sebut dulunya tidak memiliki MATA DIGITAL, dan sekarang beliau telah memiliki MATA DIGITAL (please watch his entire video, click here!)

​​​​Lalu bagaimana cara anda dan saya mengetahui lebih jelas dan terarah, sebenarnya seperti apa behaviour dari konsumen di dunia online?

Salah satu caranya adalah dengan melihat hasil riset yang diberikan oleh google kepada kita secara gratis (google ​insight report)

Google Insight Report adalah powerfull tools yang diberikan google gratis kepada kita, tapi underused oleh kita yang justru sangat membutuhkanya.

Saya tahu ini mungkin terdengar tidak familiar di telinga anda, tapi ini hal terbaik yang selalu saya lakukan diawal ketika ingin merintis sebuah bisnis dan terbukti sangat efektif membantu saya mengerti ladang dan model bisnisnya sebelum saya terjun langsung.

Mendengar kata - kata "membaca riset" saja sudah terkesan rumit, tapi trust me, untuk dapat menguasai lebih cepat dan menghindari kesalahan strategi marketing, effort dan waktu... membaca riset ini sangat powerful untuk anda dan saya

Dengan membaca riset google tentang behaviour konsumen di online akan memberikan kita insight yang jelas, jadinya ketika kita action, kita langsung kerahkan fokus dan energy kita kepada strategi yang tepat dan terarah. 

Dan perlu Anda ketahui dan sadari bahwa google melakukan riset ini dari semua data yang masuk ke mesin pencarian google, dirangkum dan diberikan kembali kepada kita sebagai digital marketer secara GRATIS dengan tujuan agar kita dapat memaksimalkan strategi marketing online kita, salah satunya adalah dengan menggunakan platform periklanan google.

So it is a Win Win Solution for us and for google... and it totally make sense 🙂

Google The Year in Search: Insights for Brands 2018 report

is a detailed summary of what Indonesians are searching for online, how they are breaking old stereotypes, and what’s capturing their attention. This report is essential reading for all businesses and brands seeking to succeed and grow in the rapidly evolving Indonesian market.

Saya sudah sering melakukan, mempraktekkan dan membuktikannya sendiri sehingga saya confident untuk share kepada anda tentang hal ini, bahkan di postingan ini saya berikan sebuah contoh sederhana yang saya sendiri lakukan sebagai calon buyer ketika akan membeli sebuah mobil.

Kita bandingkan pengalaman saya tsb dengan data - data yang google berikan (silahkan anda amati dan refleksikan ke diri anda apakah anda sendiri juga melakukan hal serupa di jaman now ini)

Contoh Sederhana Yang Saya Alami Sendiri

Beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk mengambil sebuah mobil karena mobil yang lama sudah tidak capable, akan tetapi waktu itu saya masih agak bingung dengan berbagai pilihan mobil yang tersedia karena saat ini mobil - mobil yang tersedia di pasaran semuanya menawarkan berbagai penawaran yang sangat menarik baik dari sisi brand, fitur dan juga harganya

Sehingga hal yang pertama kali saya lakukan adalah saya membuka laptop dan mengetik di google search, keywords seperti:

- "mobil suv terbaik di indonesia" <--- saya ketik ini karena saya sudah tahu bahwa saya inginnya mobil SUV
- "mobil paling laris di indonesia 2018" 
- "indonesian best car of the year"
- "mobil SUV terbaik 2018 indonesia"

Setelah membaca dan melihat berbagai brand - brand mobil yang direkomendasikan, saya menelusurinya lebih lanjut dengan mengetik kata - kata berikut:

- "review toyota fortuner"
- "kelemahan toyota fortuner"
- "toyota fortuner versus pajero sport"
- "mengapa memilih pajero sport"
- dan masih banyak lagi, tergantung apa yang ingin saya ketahui lebih detail

Saya tonton juga 1-5 video review dari beberapa expert di industri tsb terhadap mobil yang saya ingin tahu, dimana expert tsb membedah setiap mobil secara lengkap, mulai dari harga, performa dan kapasitas mesin, irit tidaknya bensin, fitur canggih didalam kabin, dll

82% of the connected car buyers said that they felt more positive towards a car or a manufacturer after watching their online videos

65% of the connected car buyers said that online videos introduced them to a vehicle they previously hadn’t considered

Dan saya sangat terbantu sekali dengan adanya video review tsb di online / youtube, karena hanya dengan melihat video berdurasi 15 menitan tsb, dengan cepat saya dapat langsung mengetahui cukup detail tentang keunggulan dan juga kelemahan setiap mobil yang saya incar dan membuat saya lebih educated dan wise untuk menentukan apakah mobil tsb sesuai dengan kriteria saya atau tidak.

Selain menonton cukup banyak video review mobil, saya juga masuk ke website - website dealer mobil yang memberikan info lengkap tentang mobil tsb, dan juga website resmi brand mobil tsb untuk mencaritahu apakah ada informasi tambahan lain yang dapat saya ketahui lebih jauh.

Beberapa hari kemudian, saat sedang jalan - jalan dan ada waktu luang saya sempatkan untuk buka youtube dan melihat lagi beberapa video tentang mobil incaran saya untuk sekedar memastikan bahwa pilihan saya sudah tepat atau mungkin dalam rangka mencaritahu sebuah informasi yang ingin saya ketahui lebih dalam

Misalkan: ketika saya kepikiran tentang apa saja kerugian kalau saya beli toyota fortuner, maka di sela - sela waktu luang saya bisa saja ketik di google "kelemahan toyota fortuner vrz 2018" dan membaca ulasan yang tersedia di google

Atau... mungkin mengetik "harga toyota fortuner vrz 2016" untuk mengetahui berapa harga jual mobil tsb apabila sudah dipakai 2 tahun, dengan asumsi saya ingin mengetahui apakah harga jualnya drop atau masih cukup bagus

Tentu disini setiap orang memiliki titik berat berbeda ketika ingin memilih sebuah mobil tergantung hal apa yang dianggap penting oleh mereka ketika ing beli mobil, ada yang perhatikan lebih ke modelnya, aa yang ke konsumsi bahan bakarnya karena rencananya dipakai setiap hari untuk operasional, atau ada yang ingin fiturnya lengkap ntuk dinikmati

Bahkan saya bisa sampai ketik "ada atau tidak fitur mirror link di toyota fortuner" dalam rangka saya ingin tahu secara spesifik apakah mbl tsb memiliki fitur tsb, karena untuk saya pribadi fitur - fitur seperti bluetooth dan mirror link sangat bermanfaat untuk saya jadi saya harus pastikan terlebih dahulu, dan setelah saya ketik di google biasanya saya menemukan informasi yang bermanfaat dari situs - situs yang relevan dan tersedia di google

Beberapa bulan kemudian, setelah saya sudah konsumsi banyak informasi dan siap beli maka saya akan caritahu dealer - dealer mana yang dekat dengan lokasi rumah saya, saya ketik di google seperti "dealer toyota di jakarta pusat", atau "promo toyota fortuner 2018 jakarta" atau "dealer toyota terbaik di jakarta"

Kemudian saya catat no telpnya dan alamatnya untuk saya datangi langsung, melihat mobil dan bicara dengan salesnya

Apabila saat saya sedang mengumpulkan informasi, saya menemukan situs yang memberikan info yang sangat bermanfaat untuk saya, maka saya biasanya save situs tsb dan coba kontak situs tsb untuk janji bertemu

Saya lakukan itu karena saya merasa bahwa situs tsb memberikan informasi yang sangat relevan dengan saya dan menjawab semua pertanyaan dibenak saya sehingga tentunya ketika saya bisa membeli mobil dari situs tsb akan sangat baik karena situs tsb tentunya sudah lebih mengerti apa saja pertimbangan saya

Akhir cerita saya kunjungi beberapa dealer tsb, banyak diskusi dengan salesnya dan setelah saya dapatkan info dan penawaran yang cocok maka saya beli di tempat tsb.

Itulah pengalaman saya pribadi saat akan membeli sebuah mobil, dan tulisan didalam kotak kuning diatas adalah hasil riset dari google yang menjelaskan tentang behaviour seseorang ketika akan membeli mobil yang dijelaskan lebih detail didalam laporan google yang berjudul "Google Year in Search: 2018 insights for brands" dimana ternyata google sudah memberikan data yang cukup sesuai dengan behaviour yang saya lakukan sebagai calon buyer

Silahkan anda refleksikan ke diri anda sendiri tindakan - tindakan apa saja yang akan anda lakukan ketika akan membeli sebuah mobil

Sekarang anda bisa bayangkan ketika anda dan saya berada di posisi penjual mobil, hal - hal apa saja yang bisa anda lakukan agar bisa deal dengan calon buyer bukan. (bercermin dari action apa saja yang akan dilakukan oleh calon buyer) dan semua itu sudah dijelaskan google dalam laporannya jadi kita sebagai penjual hanya perlu melakuka digital marketing strategi dengan berkaca dari data google yang gratis tsb sehingga tidak perlu melakukan banyak trial error lagi. Cukup bermanfaat bukan 🙂

Dibawah ini adalah beberapa hasil yang diberikan didalam google report tsb, anda bisa membacanya dan coba bayangkan apakah ketika anda memposisikan diri sebagai calon buyer juga akan melakukan action seperti data - data dibawah ini?

Mobile search is the key gateway to information for Auto Buyers in Indonesia

45% of all searches in the car cateogory are for MPVs (Multi Purpose Vehicles), followed by 17% for SUVs (Sports Utility Vehicle)

1.6x rise in motorcycle category searches, which was driven by scooter matic products

65% of the connected car buyers said that online videos introduced them to a vehicle they previously hadn’t considered

Car buyers are well informed before they visit dealerships. They search for locations, promotions, and prices

78% connected car buyers found a dealer via Search

76% connected car buyers searched for prices and deals before they visited dealers

60% connected car buyers continued car-related searches on their mobile phone while at the dealership

Today, the internet has become an integral part of a large number of Indonesians’ daily lives. They use it to search for products, research topics of interest, purchase products, satisfy their entertainment needs, and acquire new skills through online tutorials. 

The internet is becoming the driving force for many sectors of the country’s economy as digital influences the purchasing journey of a large number of Indonesians.

Apabila anda mendapatkan bahwa google report tsb sesuai dan bermanfaat, maka alangkah baiknya Anda mendownload pdf nya langsung dengan klik tombol dibawah ini dan melihat juga berbagai informasi tambahan tentang consumer behaviour di berbagai bidang seperti beauty, parenthood, teknologi and many more,,, all just available FREE for us to use it 🙂

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan di postingan kali ini.

Akhir kata dari saya sebelum menutup postingan ini adalah...

"I don't do business just for money. When i dedicated to help other business, i want to make sure they are willing to change the mindset and dedication to their business in online because it takes time and energy but i can assure you that it is worth the effort"

"Doing business just for money is just not me. I'm doing business for TOGETHER GROWTH & as a bonus, i get the money they give with proud & sincere. That is the right way we doing business", Thumbs Up?

Nov 24

5 Thanos Fingers Adalah Prinsip Penting Untuk Anda Kuasai Ketika Berbisnis Online! Sudah Tahu ??

By Riki Yohanes | Conversion

5 Thanos Fingers adalah istilah untuk 5 prinsip yang penting diketahui oleh setiap pebisnis terutama ketika Anda berbisnis di online menggunakan strategi digital marketing.

5 Prinsip ini saya pelajari seiring dengan berjalannya waktu dan sampai saat ini saya mempraktekkan setiap prinsip di dalam 5 Thanos Fingers tsb. Apa sajakah 5 hal krusial tsb?

Sebelum saya jabarkan, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu kepada Anda intro nya agar Anda mengetahui jalan cerita nya, dan tidak bingung karena tiba – tiba saya cerita tentang 5 Thanos Fingers ini.

Di dalam dunia digital marketing, sangatlah penting untuk Anda dan saya sebagai marketer online untuk memiliki sebuah platform utama (bisa berupa website, instagram facebook dll) dimana platform tsb kita bangun dengan sesempurna mungkin, untuk kemudian kita beriklan mendatangkan traffic pengunjung ke platform kita tsb.

Beberapa orang di dunia digital marketing menyebut platform ini dengan istilah website atau Landing Page (yaitu: sebuah halaman khusus yang menjelaskan tentang produk / jasa yang kita pasarkan sebagai marketer)

Singkat cerita, Landing Page yang kita bangun ini harus berfungsi untuk mengubah pengunjung yang datang, menjadi customer kita.

Oleh karena itu landing page ini tentu harus berisikan konten yang berkualitas, tidak boleh sembarangan, harus dipikirkan secara seksama sehingga apa yang kita sampaikan didalam platform ini dapat membuat pengunjung kita mengerti, memahami dan akhirnya membeli produk / jasa yang kita pasarkan.

Nah... disinilah peran penting dari 5 Thanos Fingers berada, dimana didalam landing page tsb, kita harus menerapkan 5 Thanos Fingers ini sehingga landing page kita menjadi sungguh powerfull untuk mengubah setiap pengunjung yang datang, menjadi customer.

Dan 5 Thanos Fingers tersebut adalah....
1. Desperate Problem
2. Unique Promise
3. Overwhelming Proof
4. Irrisistible Offer
5. Reason To Act Now

Saya bahas satu – persatu, dimulai dari yang pertama yaitu:

THANOS FINGER NUMBER 1
Desperate Problem

Seseorang mengunjungi website (Landing Page) Anda, biasanya berasal dari iklan yang Anda pasang di online, misal facebook ads / google ads. 

Bisa saja orang mengunjungi landing page Anda secara organik / tidak sengaja menemukan landing page Anda, tapi ketika Anda berbisnis online maka yang saya maksudkan disini adalah pengunjung landing page Anda yang datang karena melihat iklan yang Anda pasang di online secara sengaja dan bukan pengunjung tidak terduga.

Nah... pengunjung yang datang ke landing page ini tentu memiliki sebuah persoalan yang ingin diselesaikannya, sehingga dia tertarik melihat iklan Anda, lalu klik dan masuk ke landing page. Setuju ya 🙂

Agar dia membeli produk / jasa yang Anda pasarkan, tentu Anda sebagai marketer harus bisa mengetahui secara spesifik apa permasalahan yang sedang dia hadapi sehingga dia tertarik untuk melihat produk / jasa Anda?

Disini saya menyebutnya dengan Desperate Problem. Kenapa saya sebut “Desperate”? karena orang yang memiliki permasalahan yang “Desperate” atau sudah sampai putus asa, maka dia cenderung untuk segera menyelesaikan masalah tsb dengan mencari solusi, salah satunya adalah dengan membeli produk / jasa yang Anda pasarkan.

Jadi ketika Anda dapat mengetahui dengan persis apa desperate problem dari target audience Anda, dan sanggup menjelaskannya dengan baik di landing page, maka poin plus yang Anda dapatkan adalah calon customer mendapatkan feel / merasa CONNECT dengan Anda, atau dia merasa bahwa Anda bisa mengerti dan memahami permasalahan yang dia hadapi.

Dengan begitu, apabila di tahapan selanjutnya Anda melakukan promosi dengan tepat dan memberikan solusi dengan cara yang “tepat” maka seharusnya goal Anda dapat tercapai, yaotu calon customer membeli produk / jasa atau menjadi customer. Saya harap Anda mulai bisa menyadari apa yang saya sampaikan ini.

Dalam hal ini, juga berlaku sebuah prinsip marketing yang selalu saya pegang selama ini, yaitu:

“Sell what people want to buy, don’t sell what you want to sell”

Kebanyakan orang menjual produk / jasa yang mereka ingin jual, karena mereka bilang produknya bagus keren hebat jago bla... bla... bla.... dan oleh karena itu mereka bilang produknya pasti akan bermanfaat untuk customer mereka (walaupun customer mungkin tidak butuh, hehe..)

Saya tidak ragu dan tidak menyalahkan produk mereka yang hebat tsb, tapi semuanya akan useless dan percuma ketika produk / jasa tsb TIDAK hadir untuk menyelesaikan desperate problem yang dimiliki oleh calon customer.

Dibawah ini adalah ilustrasi yang suka saya ceritakan kepada teman – teman. Misalkan Anda sedang berada di kutub utara yang dingin banget banget, lalu banyak orang disana yang terlihat sangat kedinginan sekali, sampai ada yang sudah lemas, badannya kaku, gemetaran karena terlalu dingin.

Kemudian Anda buka kedai minuman panas didepan mereka, tidak usah kopi / teh melainkan cukup air putih panas saja.

Menurut Anda, apakah yang akan terjadi ??? sudah jelas, mereka akan langsung menghampiri Anda tanpa perlu Anda berpromosi dan mereka langsung membeli minuman Anda tsb bahkan sampai mengantri panjang hanya untuk dapatkan sebuah air putih biasa yang panas.

Mengapa itu bisa terjadi? Ya, karena kita sama – sama tahu apa Desperate Problem dari orang – orang di kutub utara tadi dengan melihat tanda – tandanya, badan lemas, kaku sampai gemetaran dan kita tahu persis bahwa mereka memiliki masalah yang sangat serius yaitu sangat kedinginan tidak tahan lagi sampai mungkin hampir “dead” (very desperate), lalu Anda sangat mengerti permasalahan mereka dan datang memberikan solusi berupa air minum panas, sudah tentu offer Anda akan langsung dibeli oleh mereka saat itu juga.

Itulah yang terjadi ketika kita sebagai marketer dapat mengerti secara spesifik apa desperate problem yang mereka alami & mendeskripsikannya dengan baik dan tepat.

Untuk Thanos Fingers nomor 2, saya bahas di postingan selanjutnya ya. Oleh karena itu stay tuned untuk dapatkan tips yang pasti bermanfaat untuk diterapkan dalam bisnis Anda apapun bidangnya.

Salam B2523GI

x Logo: Shield Security
This Site Is Protected By
Shield Security